December 2, 2011

Latihan Menulis Essay di IELTS Task 2



Salam...
apa kabar para pengguna dunia maya...
pada kesempatan kali ini saya memosting tentang WRITING CLASS for IELTS, yakni bagaimana menulis di task 2. Selama mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Bahasa UGM - Yogyakarta, saya diberi semacam tugas 'mini test' untuk persiapan tes IELTS. Kebetulan satu kelas 'dosen-dosen' yang berasal dari berbagai perguruan tinggi mendapatkan tugas untuk menulis sebuah 'essay' dengan topik. "Universities should be concerned with educating people so that will have wide general knowledge and be able to consider important matters from an informed viewpoint, and not simply train students to do the jobs required by society."
Tulisan saya kebetulan dijadikan sample oleh Instruktur untuk dikoreksi bareng-bareng satu kelas untuk diperbaiki beberapa [hehehe...banyak sih] kesalahan baik mengenai penggunaan koma, verbs (to be), agreement, plural, singular, dll. Akhirnya, setelah dikoreksi bareng-bareng kurang lebihnya seperti di bawah ini hasilnya. Ini pengalaman saya menulis dalam bahasa Inggris setelah mengikuti pelatihan..... Semoga bermanfaat.

_____________________________________________________________________

In this essay I would like to explain about universities should be concerned with educating people. There are a lot of universities that received the new students every year. The universities should give knowledge to their students and hopefully they will have general knowledge and also be able to consider important matters. In this case, there are three reasons to answer that statement such as need assessment of the company, stock quality of human resources and satisfaction of the job.

For example the first reason is that need assessment of the company. The universities have any subjects. Every subject should be focused on skill of the students because the most important thing is building abilities of the students. After their abilities are built, the next step is the development of vocational. When the students have strong ability, I am sure that they are ready to become employees who are suitable with their competence in the company.

Another reason is that university should be aware of the quality of the human resources. Many companies need to improve the quality a good human resource. It is a part of responsibility of the universities to educate their students, not only making them a good resource but also making them has a lot of experiences and knowledge.

The last reason is satisfaction of the job. Every people or employee needs satisfaction from their job for example high salary, health insurance, etc. Besides, the universities should be concerned with educating people, but the companies also have responsibilities to provide more satisfaction for their labors. It can be better when the universities and the companies have a good cooperation and establish a good relationship.

In summary, the universities should be provided a good human resource from their graduates. Meanwhile the companies also have a good place/position for new labor.

Author: Bentar Saputro

Tambahan:
You should spend about 40 minutes on this task. You should write at least 250 words. yous should use your own ideas, knowledge and experience and support your arguments with examples and relevant evidence.



Read More …

November 15, 2011

Steve Jobs Masuk Kurikulum Kampus

Sementara dunia masih terkesan dengan sepak terjang dan inovasi Steve Jobs, sebuah sekolah bisnis mengulik keahlian manajerial seorang Jobs sehingga membuatnya menjadi CEO terbaik pada dekade ini.

Institute of Finance and International Management (IFIM) di India menjadikan Steve Jobs sebagai bagian dari kurikulum perkuliahan mereka. Kehidupan dan pekerjaan mantan CEO Apple tersebut akan dipelajari secara detail oleh para mahasiswa jurusan manajemen pada semester empat sebagai bagian dari topik pembelajaran mengenai kepimpinan.

Kampus ini kabarnya memang dikenal kerap berinovasi menyajikan materi pembelajaran. Sebelumnya, IFIM pernah memperkenalkan topik mengenai pemain kriket India M S Dhoni sebagai bagian dari kurikulum mereka.

Laporan Times of India, menyebutkan dalam mata kuliah 'Steve Jobs' ini, mahasiswa akan mempelajari kualitas sosok Jobs yang membuatnya menjadi pebisnis yang ikonik, yang mengubah gaya hidup orang-orang di seluruh dunia dengan interaksi teknologi manusia.

"Semua yang ada dalam bisnis kembali lagi ke produk. Terobosan inovasi membutuhkan kreativitas, dan kreativitas itu sendiri menuntut kita berpikir berbeda. Steve Jobs secara konstan bereksplorasi dan berinovasi untuk mengubah dunia," kata Shaji Kurien, asisten profesor di IFIM.

Buku materi mata kuliah tersebut menyebutkan Jobs adalah seorang yang sangat terobsesi akan kesempurnaan dan kesederhanaan sebuah produk. Kepemimpinan Jobs pun secara tidak langsung membangun kultur fanatisme terhadap brand Apple, serta kesetiaan radikal dari para pelanggannya.

"Steve Jobs dan Apple tak hanya menciptakan komunitas Apple yang hebat, tapi Steve sendiri merupakan fanatik brand yang hebat," ujar Kurien mengomentari fenomena ini.

Sifat Jobs lain yang menjadi catatan adalah fokusnya pada hal yang sedang dikembangkannya. Saat kembali bergabung dengan Apple setelah sempat didepak sebelumnya, langkah pertama Jobs adalah menyingkirkan pengembangan puluhan produk Apple dan fokus hanya pada empat lini.

Orientasi konsumen yang dianut Jobs pun berbeda dari kebanyakan perusahaan. Dia mampu menempatkan dirinya secara efektif dalam kepentingan konsumen namun tidak takut memutuskan apa yang sebenarnya diinginkan konsumen dan apa yang terbaik bagi mereka.

Sumber: http://bit.ly/siEG0D

Read More …

November 5, 2011

Cara Membuat Paper

Ayo Menulis
Paper yang saya maksudkan disini bukanlah bahasa inggris untuk kertas :P . Namun sebuah tulisan ilmiah yang seringkali erat kaitannya dengan dunia pendidikan atau penelitian. Bagi yang masih berkutat dengan dunia perkuliahan, seringkali kita mendapatkan tugas untuk membuat paper dari dosen kita. Atau mungkin bagi yang akan maju ujian tugas akhir, thesis atau disertasi, kita perlu membuat paper sebagai resume (atau bahkan bagi yang akan membuat proposal tugas akhir, bisa digunakan untuk menuangkan ide kita). Termasuk bagi peneliti atau dosen yang ingin melakukan publikasi juga dituntut untuk membuat paper. Lalu bagaimanakah cara membuat paper yang baik ?

Hm, membuat paper yang baik memang sulit, namun kita bisa mencobanya. Bongkar-bongkar dari materi kuliah Technical English Writing yang saya ambil semester lalu, ada beberapa hal yang ingin saya bagi (baru sempat nulis skr :P ). Bagi yang punya pengalaman lain monggo silahkan kalau mau berbagi. Materi ini adalah untuk english writing tapi  saya akan coba sadur dalam Indonesia. Semoga bermanfaat.
Paper terdiri dari beberapa bagian (intinya berisi hal-hal berikut, tidak menutup kemungkinan untuk menyelipkan bagian lain yang dianggap penting) :
  1. Judul dan nama penulis beserta keterangan untuk penulis (institusi dan email jika ada, atau nomer registrasi mahasiswa dan email untuk tugas kuliah)
  2. Abstract yang merupakan rangkuman dari paper kita
  3. Introduction (pendahuluan), biasanya berisi hal-hal berikut (tulis garis besarnya saja) :
    • deskripsi yang jelas tentang permasalahan (disebut juga dengan tujuan (purpose))
    • Tunjukkan mengapa permasalahan ini penting, menarik, dan menantang (motivasi)
    • Review yang singkat dan jelas mengenai penelitian sebelumnya yang menjadi dasar penelitian kita (scope)
    • Tunjukkan gap/masalah yang ada pada penelitian sebelumnya dan menjadi pertanyaan yang ingin kita selesaikan dalam penelitian kita (gap indication)
    • Tulis dengan jelas solusi yang diusulkan (proposed approach) dan bagaimana ia bisa mengatasi gap yang kita sebutkan sebelumnya (solution)
    • Tuliskan secara global penemuan yang dihasilkan (result)
    • Tuliskan struktur penulisan bagian-bagian berikutnya (outline) 
  4. Related Work (penelitian-penelitian sebelumnya yang mendasari penelitian kita). Related work inilah yang nantinya akan kita tuliskan ke dalam daftar referensi.
  5. Methodology (untuk bidang komputer atau penelitian yang ada hubungannya dengan komputer dapat menggunakan istilah system architecture). Jelaskan methodology yang digunakan, biasanya dijelaskan dengan bagan atau gambar untuk mempermudah pembaca memahami isi paper kita. Jelaskan pula deskripsi masing-masing bagian dalam gambar kita tersebut.
  6. Experiment & result. Tuliskan eksperiment yang kita lakukan (data yang digunakan, jumlah data, sumber, dll) dan tuliskan hasil yang didapatkan beserta analisa dari hasil yang kita peroleh
  7. Discussion. Tuliskan hal-hal yang ingin anda sampaikan dan isue yang menarik dari penelitian yang kita lakukan. Termasuk kesimpulan dan saran untuk penelitian kita lebih lanjut. Saran biasanya identik dengan future work.
  8. Referensi, berisi semua referensi yang kita gunakan termasuk daftar paper di related work, buku atau resource yang mendukung yang kita gunakan untuk menyelesaikan penelitian kita.
Untuk proposal tugas akhir cukup gunakan point no 1, 3, 4, 5, dan 8, pada bagian metodologi perjelas input, proses  dan output. Atau sesuaikan dengan template yang diberikan di universitas.
So, bagi yang mendapatkan tugas untuk buat paper, entah untuk dikumpulkan sebagai tugas kuliah, atau untuk dipublikasikan tak ada salahnya untuk mampir menikmati catatan saya kali ini :P 


Read More …

November 4, 2011

Siapkan Hal Sederhana Ini Sebelum Studi ke Luar Negeri


Melanjutkan studi di luar negeri mungkin menjadi impian banyak orang. Apalagi, jika ada kesempatan meraih beasiswa di universitas terkemuka di negara-negara maju. Sebelum menjemput kesempatan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk studi ke luar negeri. Apa saja dan bagaimana cara menilik peluang beasiswa yang ada?

Ariono Hadipuro, salah seorang mahasiswa Indonesia yang berhasil meraih beasiswa dan melanjutkan studi di salah satu universitas di Inggris berbagi sejumlah langkah sederhana tapi penting untuk diperhatikan ketika ingin studi di luar negeri.

Apa yang diharapkan setelah menempuh studi?

Menurutnya, hal utama yang harus dipersiapkan secara matang adalah apa yang ingin dilakukan setelah selesai menempuh studi. Hal ini menjadi penting, karena akan berkaitan langsung dengan program studi apa yang akan kita pilih. Pikirkan program studi yang akan dipilih berulang kali. Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan diantaranya, apakah sudah tepat dan sesuai dengan apa yang kita rencanakan setelah menyelesaikan program studi tersebut.

“Banyak yang lupa dan tidak memikirkan itu. Aakhirnya merasa tidak sesuai ketika berada di tengah jalan,” kata Ariono, Senin (10/10/2011) malam, dalam diskusi mengenai studi luar negeri, di Jakarta.

Gali informasi mengenai universitas

Langkah selanjutnya, galilah informasi secara mendalam mengenai universitas yang akan kita tuju. Apakah universitas tersebut menyediakan program studi yang akan kita pilih dan bagaimana kualitasnya?

Pria yang akrab disapa Ono ini menjelaskan, penggalian informasi tersebut dapat dilakukan melalui pencarian di internet. Akan tetapi, menurutnya, cara yang lebih aman adalah melalui pihak-pihak yang netral. Misalnya, menggali informasi dari para alumninya, atau melalui kedutaan besar negara-negara yang akan kita tuju.

“Sekarang ini banyak konsultan pendidikan yang menurut saya tidak netral karena hanya memberikan informasi dari beberapa institusi yang terkait dengan mereka. Maka sebaiknya cari informasi dari pihak yang lebih netral,” jelas Ono, yang kini bekerja di Nuffic NESO Indonesia, sebuah lembaga yang menangani kerjasama internasional pendidikan tinggi, khususnya di Belanda.

Ingat, kesempatan selalu terbuka lebar

Hal yang perlu diingat, kesempatan untuk studi ke luar negeri selalu terbuka lebar. Akan tetapi, kesempatan itu menjadi terbatas karena banyaknya kandidat yang berburu melalui jalur beasiswa.

“Untuk beasiswa, kita harus tahu posisi kita karena terkadang ada syarat tertentu dari pendonornya. Kenali tujuan beasiswanya, beberapa negara memberikan beasiswa karena ingin mempererat hubungan bilateral, tetapi ada juga yang khusus diberikan pada orang tertentu yang dianggap pintar,” ujarnya.

Jadi, selamat berburu beasiswa!

Sumber: http://bit.ly/pCnpqJ


Read More …

11 Tips Saat Menghubungi Profesor


Dalam pengajuan aplikasi beasiswa, ada yang mensyaratkan menyertakan surat pernyataan dari Profesor di universitas yang dituju, baik itu sebagai rekomendator atau dosen pendamping saat melakukan penelitian. Tak sedikit yang mengalami kebingungan, bagaimana cari mencari dosen yang sesuai, kenal saja tidak? Beberapa tips ini mungkin bisa membantu, bagaimana tahapan yang bisa dilakukan untuk "melacak" sang profesor yang sesuai dengan bidang yang ilmu dan universitas yang kita tuju.

1. Cek situs web

Cari dan ceklah situs web pribadi mereka atau situs web universitas di mana mereka mengajar. Dapatkanlah informasi mengenai penelitian yang telah mereka lakukan. Lihat paper terbaru yang mereka hasilkan dan bacalah abstraksi dari tulisannya untuk memahami alur berpikir mereka.

2. Siapkan CV pendek

Berikutnya, siapkan curriculum vitae yang relatif singkat berisi pengalaman dan minat Anda. Jangan masukkan informasi yang lebih banyak, misal mengenai skor GRE/TOEFL, penghargaan yang pernah Anda dapatkan, dan lain-lain.

- Cukup dengan menunjukkan bahwa Anda berpotensi untuk melanjutkan proyek penelitian bersamanya.
- CV cukup 2 halaman. Sertakan CV ini bersama e-mail yang Anda kirimkan.
- Ceritakan bahwa Anda tertarik dengan apa yang dilakukan oleh profesor tersebut dan ceritakan bagaimana Anda mengetahui tentang dia (tentu saja dari paper karyanya yang Anda baca!). Jangan lupa, sebutkan juga, kira-kira apa pekerjaan yang bisa Anda lakukan di bawah bimbingan mereka.

3. Tetaplah rendah hati
Anda harus rendah hati dalam menuliskan e-mail kepada profesor yang Anda kehendaki, tetapi jangan pula putus asa. Jangan tunjukkan bahwa seluruh harapan Anda tergantung pada respon mereka terhadap e-mail dan permintaan Anda.

4. Berperilaku seolah-olah Anda memiliki pilihan lain
Tetapi, tetap jaga sikap, ya! Jangan sampai banyak hal yang akan membuat dia justru akan kehilangan respek terhadap Anda.


5. Buatlah secara sederhana
Buatlah permintaan Anda dengan sederhana, secara informal, dan dengan bahasa yang "manis". Jangan sekali-sekali mengajukan permintaan pembiayaan dalam perkenalan pertama ini. Hanya katakan bahwa Anda tertarik dengan proyek penelitian mereka!

6. Jangan menghubungi 2 profesor sekaligus
Ingat, jangan pernah menghubungi atau mengirimkan e-mail kepada 2 profesor dari departemen yang berbeda di universitas yang sama. Tunggu saja, jika e-mail Anda belum mendapatkan balasan, kirim lagi.

7. Sebut mereka dengan "Prof"
Jangan pernah menyebutkan atau memanggil mereka "Sir" atau "Madam". Panggilan ini terkesan Anda hanya copy-paste seperti dalam surat lamaran pekerjaan. Buatlah e-mail Anda memberikan kesan eksklusif bagi mereka.

8. Tunjukkan tujuan Anda
E-mail
yang Anda kirimkan harus mengindikasikan dan menunjukkan bahwa Anda menghubunginya untuk kepentingan mendaftarkan program Master atau PhD.

9. Sinyal positif Jika sang profesor terlihat memberikan respons positif dalam e-mail mereka, sebutkan nama mereka dalam aplikasi Anda. Beberapa mensyaratkan Anda harus menyebutkan siapa profesor yang akan bekerja dengan Anda.

10. Jika menyebut nama
Jika Anda menyebutkan nama profesor dalam aplikasi, pastikan bahwa memang komunikasi via e-mail yang Anda lakukan dengannya sesuai dengan apa yang Anda sebutkan dalam aplikasi.

11. Jangan mengirimkan e-mail saat akhir pekan!

Sebab, jika mengirimkan e-mail saat akhir pekan, bisa jadi e-mail Anda akan tertimpa dengan e-mail yang lainnya, karena sang profesor baru mengecek inbox-nya pada hari Senin. Kirimkankan e-mail pada saat hari kerja dan selama jam kerja. Ingat, jam kerja mereka, bukan jam kerja Anda!

Selamat mencoba!

Sumber: http://bit.ly/mVg1Zy

Read More …

PhotoSlide